Selayang Pandang Kepala Sekolah
SMA Negeri 1 Tambun Selatan

Assalaamualaukum Warohmatullahi Wabarokaatuh,
Salam Pramuka,

SMA Negeri 1 Tambun Selatan sebagai lembaga pendidikan memegang peranan yang sangat penting di dalam proses menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul secara IPTEK maupun IMTAK di Kabupaten Bekasi pada khususnya. Berdiri sejak tahun 1984, SMAN 1 Tambun Selatan terus menerus melakukan peningkatan kualitas seluruh komponen sekolah dari sumber daya pengajar, manajemen sekolah maupun infrastruktur sarana dan prasaran sebagai pendukungnya.

 

Kabupaten Bekasi merupakan daerah yang langsung berbatasan dengan Ibu Kota Negara, dengan kondisi geografis tersebut maka pengaruh budaya, politik, keamanan dan ekonomi dalam perkembangannya baik langsung maupun tidak langsung... baca selanjutnya

Selamat Datang di Sistem Komunitas
SMA Negeri 1 Tambun Selatan

Member Login

SMA Negeri 1 Tambun Selatan
Jl. Kebon kelapa No.02 Tambun Selatan
Telp. (021)

-
Pencarian
Agenda
17 August 2017
M
S
S
R
K
J
S
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Jajak Pendapat
Apakah Layanan sekolah yang diberikan, sudah cukup memuaskan?
Sangat Memuaskan
Cukup Memuaskan
Kurang Memuaskan
  Lihat
Statistik
  Visitors : 801618 visitors
  Hits : 1457 hits
  Today : 161 users
  Online : 4 users
Waka Kurikulum: daryonoguntur
Waka Kesiswaan:
Waka Humas: agus.gusyana
Waka Sarpras:
Litbang: agus_bonlap

   TATA TERTIB DAN ETIKA KEHIDUPAN SOSIAL
BAGI SISWA SMAN 1 TAMBUN SELATAN

 

BAB 1

KETENTUAN UMUM

 

1.  Tata tertib dan etika kehidupan sosial ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi siswa dalam bersikap, berucap, bertindak dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.

2.  Tata tertib dan etika kehidupan sosial ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi: nilai ketaqwaan, sopan santun dalam pergaulan, kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapihan, keamanan dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan belajar yang efektif.

3.  Setiap siswa wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tatakrama dan tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran.

 

Pasal 1

PAKAIAN SERAGAM SEKOLAH

 

Siswa wajib mengenakan pakaian seragam sekolah dengan ketentuan sebagai berikut:

1.       Memasang atribut sekolah. (dijahit)

2.       Pada Hari Senin menggunakan seragam putih-putih dan berdasi.

3.       Hari Selasa menggunakan seragam putih-abu dan berdasi.

4.       Pada Hari Rabu menggunakan seragam kotak-abu.

5.       Pada Hari Kamis menggunakan seragam Pramuka. Untuk perempuan diikat tali pinggiran baju hingga rapih.

6.       Pada Hari Jum’at menggunakan baju Muslim.

7.       Pakaian seragam perempuan tidak diperbolehkan ketat, rempel banyak, sempit dan menggantung.

8.       Pakaian seragam laki-laki tidak diperbolehkan : celana cutbray, skinny, ketat atau dijahit menyempit di bagian bawah kaki celana.

9.       Memakai kaos kaki putih polos (Hari Senin, Selasa, Rabu dan Jum’at), kaos kaki hitam (Hari Kamis), memakai ikat pinggang hitam dan sepatu (dominan) hitam dari Hari Senin sampai dengan Hari Jum’at.

10.   Bagi sisiwi muslim diwajibkan menggunakan seragam lengan dan rok panjang dengan menggunakan jilbab (pakaian muslim) setiap hari.

11.   Bagi siswi non muslim tidak diwajibkan menggunakan jilbab tetapi tetap menggunakan seragam lengan dan rok panjang.

 

 

Pasal 2

RAMBUT, KUKU, TATO, MAKE UP

 

1.       Umum :

Baik siswa maupun siswi dilarang :

1)      Memiliki Tato

2)      Memelihara Kuku

3)      Memakai softlens berwarna mencolok

2.       Bagi siswa dilarang :

1)      Bercukur panjang

2)      Bercukur gundul

3)      Rambut berkuncir

4)      Memelihara kumis, janggut maupun jambang

5)      Memiliki tindik

6)      Memakai kalung, anting, gelang dan aksesoris sejenisnya

3.       Bagi siswi dilarang :

1)      Memakai make up atau sejenisnya, kecuali bedak tipis.

2)      Memakai aksesoris secara berlebihan.

3)      Berponi pada saat menggunakan jilbab / kerudung.

 

Pasal 3

MASUK DAN PULANG SEKOLAH

 

1.       Siswa wajib hadir di sekolah minimal 15 menit sebelum bel berbunyi.

2.       Siswa yang terlambat datang ke sekolah kurang dari 5 menit harus lapor kepada guru piket dan diperbolehkan masuk ke kelas.

3.       Siswa yang terlambat datang ke sekolah lebih dari 5 menit harus lapor kepada guru piket dan tidak diperkenankan masuk kelas pada jam pelajaran pertama.

4.       Selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran siswa dilarang berada di luar kelas.

5.       Pada saat pulang sekolah siswa diwajibkan langsung pulang ke rumah kecuali yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dengan izin dari pembina.

6.       Pada waktu pulang siswa dilarang duduk-duduk (nongkrong) di tepi-tepi jalan atau di tempat-tempat tertentu.

 
Pasal 4

KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN DAN KETERTIBAN

 

1.       Setiap kelas dibentuk beberapa tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.

2.       Setiap tim piket kelas bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara perlengkapan yang terdiri dari :

1)      Spidol dan penghapus papan tulis

2)      Taplak meja dan bunga

3)      Lap tangan, alat pengepel, dan ember

4)      Sapu dan Pengki

3.       Tim piket kelas mempunyai tugas :

1)      Membersihkan lantai dan dinding, kaca jendela dan teras serta bangku-bangku dan meja sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

2)      Mempersiapkan sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya : menyiapkan spidol, menghapus papan tulis, dll.

3)      Melengkapi dan merapihkan hiasan dinding kelas.

4)      Melengkapi meja guru dengan taplak meja dan hiasan bunga.

5)      Menulis papan informasi kelas, yang berisi :

a.       Struktur kelas

b.      Jadwal pelajaran

c.       Jadwal piket

d.      Absen kelas

e.      Data inventaris kelas

6)      Melaporkan kepada guru piket tentang tindakan-tindakan pelanggaran di kelas yang menyangkut kebersihan dan ketertiban kelas, misalnya : corat-coret, berbuat gaduh (ramai) atau merusak benda-benda yang ada di kelas.

4.       Setiap siswa membiasakan menjaga kebersihan kamar kecil / toilet, halaman sekolah, kebun sekolah dan lingkungan sekolah.

5.       Setiap siswa membiasakan membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.

6.       Setiap siswa membiasakan budaya antri dalam mengikuti berbagai kegiatan sekolah dan luar sekolah yang berlangsung bersama-sama.

7.       Setiap siswa menjaga suasana ketenangan belajar baik di kelas, perpustakaan, laboratorium maupun di tempat lain di lingkungan sekolah.

8.       Setiap siswa menaati jadwal kegiatan sekolah, seperti penggunaan dan peminjaman buku di perpustakaan, penggunaan laboratorium dan sumber belajar lainnya.

9.       Setiap siswa menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan.

 

 

Pasal 5

ADAB PERGAULAN

 

Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah, setiap siswa hendaknya :

1.       Mengucapkan salam antar sesama teman, dengan Kepala Sekolah dan Guru, serta dengan para karyawan sekolah apabila bertemu dan berpisah.

2.       Saling menghormati antar sesama siswa, menghargai perbedaan dalam memilih belajar, teman bermain dan bergaul baik di sekolah maupun di luar sekolah, dan menghargai perbedaan agama dan latar belakang sosial budaya masing-masing.

3.       Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain, dan hak milik teman dan warga sekolah.

4.       Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan menyatakan yang benar adalah benar.

5.       Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain.

6.       Membiasakan diri mengucapkan terimakasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain.

7.       Berani mengakui kesalahan yang terlanjur telah dilakukan dan meminta maaf apabila merasa melanggar hak orang lain atau berbuat salah kepada orang lain.

8.       Menggunakan bahasa (kata) yang sopan dan beradab yang membedakan hubungan dengan orang lebih tua dan teman sejawat, dan tidak menggunakan kata-kata kotor, kasiar, cacian dan pornografi.

 

Pasal 6

UPACARA BENDERA DAN PERINGATAN HARI-HARI BESAR

 

1.       Upacara Bendera (setiap Hari Senin) setiap siswa wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan sekolah.

2.       Peringatan hari-hari besar :

1)      Setiap siswa wajib mengikuti upacara peringatan hari-hari besar nasional, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pendidikan Nasional, dll, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2)      Setiap siswa wajib mengikuti upacara hari-hari besar keagamaan seperti Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Idul Fitri, Idul Adha, Natal sesuai dengan agama yang dianut.

 

Pasal 7

KEGIATAN KEAGAMAAN

 

1.       Bagi siswa muslim wajib dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

2.       Setiap siswa muslim wajib menjalankan Shalat Dzuhur, Ashar dan Jum’at berjama’ah di sekolah.

3.       Setiap siswi muslim wajib mengikuti kegiatan keputrian saat waktu shalat Jum’at.

4.       Setiap siswa muslim wajib mengikuti pengajian yang diadakan oleh sekolah termasuk pesantren kilat.

5.       Bagi siswa non muslim kegiatan keagamaan diatur oleh sekolah dengan kesepakatan orang tua.

 

Pasal 8

LARANGAN-LARANGAN

 

Dalam kegiatan sehari-hari di luar sekolah, setiap siswa dilarang melakukan hal-hal berikut :

1.       Merokok, meminum minuman keras, mengedarkan dan mengonsumsi narkotika, obat psikotropika, obat-obatan terlarang lainnya dan berpacaran di lingkungan sekolah.

2.       Berkelahi baik perorangan maupun kelompok, di dalam sekolah atau di luar sekolah.

3.       Membuang sampah tidak pada tempatnya.

4.       Mencoret dinding bangunan, pagar sekolah, perabot dan peralatan sekolah lainnya.

5.       Berbicara kotor, mengumpat, bergunjing, menghina, atau menyapa antar sesame siswa atau warga sekolah dengan kata, sapaan atau panggilan yang tidak senonoh.

6.       Membawa barang yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan sekolah, seperti senjata tajam atau alat-alat lainnya yang membahayakan keselamatan orang lain.

7.       Membawa, membaca, atau mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio, atau video pornografi.

8.       Membawa kartu dan permainan judi di lingkungan sekolah.

9.       Membawa telepon genggam, kecuali telepon genggam sederhana (tanpa kamera, dan tanpa aplikasi multimedia).

 

Pasal 9

PENJELASAN TAMBAHAN

 

1.       Rambut siswa laki-laki dinyatakan panjang apabila rambut belakang melewati kerah baju untuk laki-laki, dan jika disisir ke arah depan menutupi alis mata dan tidak boleh lebih dari 2 cm.

2.       Yang dimaksud dengan kartu adalah semua jenis permainan kartu.

3.       Sepatu dinyatakan hitam apabila warna hitamnya lebih dominan.

4.       Kriteria baju muslim yang dimaksud adalah berlengan panjang, berwarna putih dan tanpa corak berlebihan.

5.       Absen ketidakhadiran siswa dalam satu semester atau dalam 1 (satu) tahun pelajaran maksimal 5% kecuali sakit.

6.       Sanksi skorsing atau siswa tidak boleh masuk belajar dalam sanksi waktu yang di tentukan bisa berakhir sebelum waktunya apabila orang tua melaporkan adanya perbaikan perilaku anaknya dengan pernyataan / perjanjian di atas segel / kertas materai.

7.       Siswa yang pada akhir masa skorsing tidak datang lagi ke sekolah, dinyatakan mengundurkan diri / keluar.

8.       Orang tua yang dipanggil untuk yang bermasalah tidak boleh diwakilkan.

 

BAB II

PELANGGARAN DAN SANKSI

 

Siswa yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam tata tertib dan etika kehidupan sosial ini dikenakan sanksi sebagai berikut :

1.       Teguran

2.       Penugasan

3.       Pemanggilan orang tua

4.       Skorsing

5.       Dikeluarkan dari sekolah

 

BAB III

HAK – HAK SISWA

 

Siswa SMA Negeri 1 Tambun Selatan memiliki hak-hak sebagai berikut :

1.       Mendapatkan perlakuan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.

2.       Mengikuti program pendidikan baik untuk mengembangkan kamampuan diri maupun memperoleh pengakuan tingkat yang telah dibakukan.

3.       Mendapatkan bantuan fasilitas belajar, beasiswa ataupun bantuan lain sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

4.       Menggunakan fasilitas pendidikan untuk kepentingan belajar mengajar yang dimiliki sekolah.

5.       Pindah ke Sekolah Menengah lain.

6.       Memperoleh penilaian hasil belajar.

 

LAIN - LAIN

 

1.       Tata tertib dan etika kehidupan sosial ini mengikat siswa sejak berangkat dari rumah, di sekolah, sampai tiba di rumah kembali.

2.       Tata tertib dan etika kehidupan sosial ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan.

3.    Hal-hal yang tidak tercantum dalam tata tertib ini diputuskan lebih lanjut melalui rapat dewan guru.